KESIMPULAN DAN PENYESALAN
Oleh : Listanti,S.Pd
Guru SMKN 1 Dewantara- Aceh Utara
“Jauhilah olehmu sebagian besar
dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah keburukan
(dosa)” (Q.S.
Al Hujuraat: 12).
Kisah bunga mawar
Bunga
mawar adalah bunga yang amat disukai oleh kaum hawa selain warnanya yang indah
dan menawan, bunga mawar merekah adalah pesona mata indah untuk selalu
dipandang dan dipajang, namun bedanya
halnya dengan sosok mawar di kelurahan damai. Mawar adalah nama seorang perempuan cantik yang
masih berusia muda tapi sayangnya diusia yang masih muda mawar harus menjalani status janda ditinggal mati oleh suami dan
menangung 2 orang anak yang masih butuh banyak biaya, selain menangung anaknya
mawar juga harus membiayai nafkah ibunya kandungnya yang terserang penyakit
stroke selama 3 tahun terbaring di tempat tidur, mawar harus bekerja keras demi
anak dan ibunya, keseharian mawar bekerja sebagai asisten rumah tangga
dikawasan elite dengan jumlah gaji yang diterima sebesar 25 juta perbulan,
lumayan fantantis dan mengiurkan gaji yang diterima oleh mawar, sehingga
kehidupan mawar mendadak berubah menjadi lebih baik dan penuh kebahagian dari
sisi ekonomi, dan yang sangat disayangkan adalah, mawar selalu menjadi sorotan
dan bahan pembicaraan masyarakat dilingkungan tempatnya tinggal, mawar dituding
sebagai wanita hina yang mencari nafkah dengan menjual diri,
astaghfirullahaladzim, dan yang lebih
menyakitkan lagi pakaian muslimah gamis dan hijab panjang yang selalu sempurna
menutup tubuh mawar dianggap modus untuk menutupi kesalahanya,segala bentuk
sedekah dan infaq yang disalurkan mawar dengan nominal sebesar 50 juta perbulan
untuk masyarakat miskin disekitar rumah mawar, semua ditolak oleh Kepala Desa
dengan alasan uang tidak jelas, mawar memang perempuan kuat ,tabah dan sabar
dia tidak mengeluh dan sedih dengan perlakuan orang lain kepadanya, karena dia
percaya allah maha tau segalanya..hingga suatu hari di kelurahan Damai di
tempat mawar tinggal, dilaksanakan acara Maulid yang sangat meriah dengan
mengundang seorang ustad yang bernama
Salman alfarishi sebagai penceramah, ustad salman adalah figur alim ulama yang
sangat terkenal dan kaya raya, beliau menjadi penceramah selalu menolak untuk
dibayar, bahkan biasanya ustad salman selalu memberi sedekah melalui kepala
desa untuk disalurkan lagi kepada
masyarakat miskin. Kehadiran ustad salman disambut dengan meriah oleh
masyarakat, hari itu ustad salman datang dengan membawa keluarga besarnya yaitu
anak,istri dan assistenya, ustad salman memperkenal keluarga besarnya kepada
masyarakat kelurahan Damai… dan alangkah terkejutnya masyarakat ketika melihat
mawar duduk disamping istri ustad salman dengan sopan sambil membelai anak
perempuan ustad yang mengalami tunagrahita (terbelakang mental), ustad salman
memperkenalkan mawar sebagai bagian dari keluarganya yaitu wanita yang merawat
anak perempuan bungsunya dengan tulus dan sabar karena mengalami
keterbelakangan mental, menyaksikan kejadian itu kepala desa dan masyarakat
semua terdiam hening,….
Manusia sebagai makhluk sosial dalam berinteraksi dengan lingkunganya pasti akan mengalami banyak problema, berbagai problema yang dihadapi oleh manusia semua tidak terlepas dari banyak pengaruh dan penyebab, adanya berbagai gesekan sosial yang terjadi dalam masyarakat tentunya menjadi pemicu untuk menghadirkan banyak masalah, salah satunya yang sering kita jumpai adalah sikap dan budaya “negative thingking” atau terlalu cepat membuat kesimpulan sepihak tanpa adanya konfirmasi dan klarifikasi, timbulnya kebiasaan seseorang dalam membuat kesimpulan sepihak di sebabkan oleh beberapa hal
Hal yang mendasari prasangka
Menjadi
makhluk sosial membuat orang secara alami menemukan keamanan dalam kelompok
tertentu. Misalnya saja kelompok yang terkecil yang paling dekat, yaitu
keluarga(orangtua dan saudara kandung), kelompok-kelompok di luar seperti
sekolah,tempat kerja, dan komunitas lainya.
Ketika
ada ketegangan antar kelompok, maka yang dianggap aman dan benar adalah
kelompok sendiri dan ketika terjadi kecemasan diantara kelompok dan perasaan
itu meningkat, maka pergeseran psikologis terjadi. Orang mulai merasa dirinya
sebagai anggota kelompok yang super dari individu yang terpisah. Sehingga
terjadi sikap tidak menghargai satu sama lain.
Sikap negarive thingking, kerentanan dan ketidakamanan yang
kronis dapat diidentintifikasi dengan kuat dengan anggota kelompok, bahkan
ketika tidak ada ketegangan yang jelas antara anggota kelompok dan orang lain.
Ketidakamanan pribadi dianggap sebagai kurangnya keamanan bagi seluruh kelompok
dan dianggap “serangan” terhadap individu lain, persepsi atau prasngka terancam
membuat seseorang menolak orang lain. Karena dianggap sebagai musuh.
Cara mencegah prasangka
Prasangka buruk
adalah sikap tercela yang dapat merusak mental dan hubungan harmonis dengan
orang lain baik dalam keluarga ataupun masyarakat, sebagai manusia yang taat kepada agama allah swt di wajibkan
untuk menjauh diri dari prasangka buruk, ada
4 cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah prasangka yaitu :
1.
Selalu berfikir positive
Menunjukan sikap positive thingking dalam segala situasi akan menghindari kita dari segala bentuk masalah besar maupun kecil, dengan berfikir positive kita mampu menjalin komunikasi dan hubangan yang baik dengan siapapun, dengan pikiran yang positive hidup akan terasa indah walaupun kita berada diantara para penjahat sekalipun
2.Lengkapi informasi
Ketika seseorang
menerima informasi sebaiknya sebuah
informasi terlebih dahulu harus telaah, jangan bersikap gegabah dengan menerima
langsung kebenaran informasi, karena sebagai manusia kita tentunya tidak sama
satu sama lain, juga antar hati dan bibir juga tidak sama, maka sebaiknya
sebuah informasi harus ada klarifikasi yang harus diterima dari banyak sumber yang up todate
3.Perluas pergaulan
Dengan kita banyak
bergaul dari berbagai kalangan tentunya akan membuat hidup kita lebih baik
terutama ketika kita banyak beragaul dan
berteman dengan orang yang
berpendidikan serta memiliki sikap yang positive tentu saja akan membuat
kita lebih terdidik agar menjadi orang baik dan tidak mudah berprasangka buruk
kepada orang lain.
4.Perbanyak kegiatan
Mengikuti banyak
aktifitas terutama kegiatan yang positive tentunya akan membuat kita terhindar
dari prasangka buruk misalnya kegiatan keagamaan, komunitas pendidikan, olah
raga dan kewirausahaan
Sebait alkisah
bunga mawar menjadi pembelajaran untuk kita sebagai manusia dan hamba allah,
bahwa dalam menjalani hidup selalu senantiasa berbaik sangka kepada orang lain,
apapun cela dan kesalahan orang lain sebaiknya jangan dibicarakan keburukanya
apalagi membuka aibnya, karena selalu ada penyesalan ketika kita terbiasa
dengan mudah membuat kesimpulan sepihak tanpa konfirmasi dan klarifikasi.”
Jangan kita merasa paling baik dan benar karena selalu melihat kekurangan orang
lain, lalu dengan mudah menghakimi orang lain, tanpa kita sadari mungkin
kesalahan/kekurangan kita jauh lebih besar dari orang lain yang kita anggap
salah”
Semoga bermanfaat dan
salam silaturrahmi “Positive Thingking”
21
Syawal 2022, Paloh Lada
Puji syukur
kepada allah swt dipagai hari menjelang dhuha telah melimpahkan ide menulis dan inspirasi pagi yang bermakna
Terima kasih
kepada pemimpin di SMKN 1 Dewantara dan
para teman-teman guru di SMKN 1 Dewantara & SMA Mosa Arun yang selalu
memberi motivasi untuk menulis, hingga article ini selesai..

1 Komentar:
Sangat menarik dan menjadi pelajaran berharga buat kita
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda