Minggu, 22 Mei 2022

 


GURU DALAM BINGKAI KH.DEWANTARA

Oleh : Listanti,S.Pd

Guru SMKN 1 Dewantara – Aceh Utara




Ki Hajar dewantara adalah tokoh pendidikan nasional yang sampai saat ini  terkenal dengan semboyan” Tut Wuri Handayani”  yang artinya ( didepan menjadi teladan, ditengah memberi semangat dan dibelakang memberi dorongan). Filsafat pendidikan Ki hajar dewantara an among yang didalamnya merupakan konvergensi dari filsafat progresivisme tentang kodrat anak didik dalam mengatasi persoalan yang dihadapi dengan memberi kebebasan berfikir seluas-luasnya.

Berdasarkan semboyan dan filosofi pendidikan tersebut maka saat ini hadir edisi perubahan pendidikan yang berpedoman kepada pemikiran Ki hajar dewantara tentang sebuah kebebasan (merdeka) dalam menentukan bakat dan minat belajar anak. Makna merdeka dalam proses pendidikan saat ini tentu saja mengajak para guru untuk mampu melaksanakan proses belajar mengajar yang mengikuti perubahan zaman dan kompetensi guru dalam membuat suasana belajar yang menyenangkan , tentu saja yang diharapkan adalah guru harus mampu membahagiakan peserta didik dengan berbagai metode,inovasi , dan karya terbaik dalam proses belajar di kelas, terutama adalah memberi semangat , mungkin banyak diantara kita akan terasa sulit karena mengingat situasi dan krisis moral anak  masa kini yang penuh warna.

Memang menjadi seorang tidaklah semudah membalikan telapak tangan tapi, di tangan gurulah banyak orang menjadi sukses di berbagai bidang, Edisi merdeka mengajar yang diluncurkan oleh pak nadiem  memang sarat makna untuk keikhlasan guru dalam mendidik siswanya agar menjadi generasi yang berakhlak mulia dan tangguh dalam mengatasi berbagai masalah dan persoalan di masa yang akan datang.  Berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam menghadapi moral anak masa kini solusi dan implementasinya dapat dilaksanakan pada program guru penggerak yang dilatih selama 9 bulan pada angkatan 1 sd 6 dan angkatan 7 selama 6 bulan.pelatihan guru penggerak yang diluncurkan dalam edisi merdeka mengajar adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengatasi berbagai persoalan dan masalah dilematis yang dihadapi guru dalam mendidik siswanya, yang berarti kegiatan guru penggerak ini adalah agar menjadi guru yang tangguh (super) menjadi pemimpin dalam pembelajaran.

Kehadiran guru penggerak sesuai dengan amanah pendidikan Ki Hajar Dewantara diharapkan mampu membawa perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang…

 

Salam Guru Hebat... 

Selamat Menyongsong Perubahan dan tetap semangat menghadapi tantangan..



Sabtu, 21 Mei 2022

 

KESIMPULAN DAN PENYESALAN



Oleh : Listanti,S.Pd

Guru SMKN 1 Dewantara- Aceh Utara

 

“Jauhilah olehmu sebagian besar dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah keburukan (dosa)” (Q.S. Al Hujuraat: 12).

Kisah bunga mawar

Bunga mawar adalah bunga yang amat disukai oleh kaum hawa selain warnanya yang indah dan menawan, bunga mawar merekah adalah pesona mata indah untuk selalu dipandang dan dipajang,  namun bedanya halnya dengan sosok mawar di kelurahan damai. Mawar  adalah nama seorang perempuan cantik yang masih berusia muda tapi sayangnya diusia yang masih muda mawar harus menjalani  status janda ditinggal mati oleh suami dan menangung 2 orang anak yang masih butuh banyak biaya, selain menangung anaknya mawar juga harus membiayai nafkah ibunya kandungnya yang terserang penyakit stroke selama 3 tahun terbaring di tempat tidur, mawar harus bekerja keras demi anak dan ibunya, keseharian mawar bekerja sebagai asisten rumah tangga dikawasan elite dengan jumlah gaji yang diterima sebesar 25 juta perbulan, lumayan fantantis dan mengiurkan gaji yang diterima oleh mawar, sehingga kehidupan mawar mendadak berubah menjadi lebih baik dan penuh kebahagian dari sisi ekonomi, dan yang sangat disayangkan adalah, mawar selalu menjadi sorotan dan bahan pembicaraan masyarakat dilingkungan tempatnya tinggal, mawar dituding sebagai wanita hina yang mencari nafkah dengan menjual diri, astaghfirullahaladzim,   dan yang lebih menyakitkan lagi pakaian muslimah gamis dan hijab panjang yang selalu sempurna menutup tubuh mawar dianggap modus untuk menutupi kesalahanya,segala bentuk sedekah dan infaq yang disalurkan mawar dengan nominal sebesar 50 juta perbulan untuk masyarakat miskin disekitar rumah mawar, semua ditolak oleh Kepala Desa dengan alasan uang tidak jelas, mawar memang perempuan kuat ,tabah dan sabar dia tidak mengeluh dan sedih dengan perlakuan orang lain kepadanya, karena dia percaya allah maha tau segalanya..hingga suatu hari di kelurahan Damai di tempat mawar tinggal, dilaksanakan acara Maulid yang sangat meriah dengan mengundang seorang ustad  yang bernama Salman alfarishi sebagai penceramah, ustad salman adalah figur alim ulama yang sangat terkenal dan kaya raya, beliau menjadi penceramah selalu menolak untuk dibayar, bahkan biasanya ustad salman selalu memberi sedekah melalui kepala desa untuk disalurkan lagi  kepada masyarakat miskin. Kehadiran ustad salman disambut dengan meriah oleh masyarakat, hari itu ustad salman datang dengan membawa keluarga besarnya yaitu anak,istri dan assistenya, ustad salman memperkenal keluarga besarnya kepada masyarakat kelurahan Damai… dan alangkah terkejutnya masyarakat ketika melihat mawar duduk disamping istri ustad salman dengan sopan sambil membelai anak perempuan ustad yang mengalami tunagrahita (terbelakang mental), ustad salman memperkenalkan mawar sebagai bagian dari keluarganya yaitu wanita yang merawat anak perempuan bungsunya dengan tulus dan sabar karena mengalami keterbelakangan mental, menyaksikan kejadian itu kepala desa dan masyarakat semua terdiam hening,….

Manusia sebagai makhluk sosial dalam berinteraksi dengan lingkunganya pasti akan mengalami banyak problema, berbagai problema yang dihadapi oleh manusia semua tidak terlepas dari banyak pengaruh dan penyebab, adanya berbagai gesekan sosial  yang terjadi dalam masyarakat tentunya menjadi pemicu untuk menghadirkan banyak masalah, salah satunya yang sering kita jumpai adalah sikap dan budaya “negative thingking” atau terlalu cepat membuat kesimpulan sepihak tanpa adanya konfirmasi dan klarifikasi, timbulnya kebiasaan seseorang dalam membuat kesimpulan sepihak di sebabkan oleh beberapa  hal

Hal yang mendasari prasangka

             Menjadi makhluk sosial membuat orang secara alami menemukan keamanan dalam kelompok tertentu. Misalnya saja kelompok yang terkecil yang paling dekat, yaitu keluarga(orangtua dan saudara kandung), kelompok-kelompok di luar seperti sekolah,tempat kerja, dan komunitas lainya.

                Ketika ada ketegangan antar kelompok, maka yang dianggap aman dan benar adalah kelompok sendiri dan ketika terjadi kecemasan diantara kelompok dan perasaan itu meningkat, maka pergeseran psikologis terjadi. Orang mulai merasa dirinya sebagai anggota kelompok yang super dari individu yang terpisah. Sehingga terjadi sikap tidak menghargai satu sama lain.

Sikap negarive thingking, kerentanan dan ketidakamanan yang kronis dapat diidentintifikasi dengan kuat dengan anggota kelompok, bahkan ketika tidak ada ketegangan yang jelas antara anggota kelompok dan orang lain. Ketidakamanan pribadi dianggap sebagai kurangnya keamanan bagi seluruh kelompok dan dianggap “serangan” terhadap individu lain, persepsi atau prasngka terancam membuat seseorang menolak orang lain. Karena dianggap sebagai musuh. 

 

Cara mencegah prasangka

Prasangka buruk adalah sikap tercela yang dapat merusak mental dan hubungan harmonis dengan orang lain baik dalam keluarga ataupun masyarakat, sebagai manusia  yang taat kepada agama allah swt di wajibkan untuk menjauh diri dari prasangka buruk, ada  4 cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah prasangka yaitu :

1.       Selalu berfikir positive

Menunjukan sikap positive thingking dalam segala situasi akan menghindari kita dari segala bentuk masalah besar maupun kecil, dengan berfikir positive kita mampu menjalin komunikasi dan hubangan yang  baik dengan siapapun, dengan pikiran yang positive hidup akan terasa indah walaupun kita berada diantara para penjahat sekalipun

2.Lengkapi informasi

       Ketika seseorang menerima informasi  sebaiknya sebuah informasi terlebih dahulu harus telaah, jangan bersikap gegabah dengan menerima langsung kebenaran informasi, karena sebagai manusia kita tentunya tidak sama satu sama lain, juga antar hati dan bibir juga tidak sama, maka sebaiknya sebuah informasi harus ada klarifikasi yang harus diterima  dari banyak sumber yang up todate

3.Perluas pergaulan

       Dengan kita banyak bergaul dari berbagai kalangan tentunya akan membuat hidup kita lebih baik terutama ketika kita  banyak beragaul dan berteman dengan orang yang   berpendidikan serta memiliki sikap yang positive tentu saja akan membuat kita lebih terdidik agar menjadi orang baik dan tidak mudah berprasangka buruk kepada orang lain.

4.Perbanyak kegiatan

       Mengikuti banyak aktifitas terutama kegiatan yang positive tentunya akan membuat kita terhindar dari prasangka buruk misalnya kegiatan keagamaan, komunitas pendidikan, olah raga dan kewirausahaan

Sebait alkisah bunga mawar menjadi pembelajaran untuk kita sebagai manusia dan hamba allah, bahwa dalam menjalani hidup selalu senantiasa berbaik sangka kepada orang lain, apapun cela dan kesalahan orang lain sebaiknya jangan dibicarakan keburukanya apalagi membuka aibnya, karena selalu ada penyesalan ketika kita terbiasa dengan mudah membuat kesimpulan sepihak tanpa konfirmasi dan klarifikasi.” Jangan kita merasa paling baik dan benar karena selalu melihat kekurangan orang lain, lalu dengan mudah menghakimi orang lain, tanpa kita sadari mungkin kesalahan/kekurangan kita jauh lebih besar dari orang lain yang kita anggap salah”

 

Semoga bermanfaat dan salam silaturrahmi “Positive Thingking”

 

                                                                                                             21 Syawal 2022, Paloh Lada

 

Puji syukur kepada allah swt dipagai hari menjelang dhuha telah melimpahkan ide menulis dan  inspirasi pagi yang bermakna

Terima kasih kepada  pemimpin di SMKN 1 Dewantara dan para teman-teman guru di SMKN 1 Dewantara & SMA Mosa Arun yang selalu memberi motivasi untuk menulis, hingga article ini selesai..